perihbahasa · diff
git:20260723.e657fb2 to git:20260723.fe13081
96 added, 86 removed. Audit A to A.
---
name: perihbahasa
description: |
This skill should be used when the user asks to make a "perihbahasa",
"plesetan peribahasa", "peribahasa lucu", "peribahasa gombal",
"perihbahasa flirty/spicy", "plesetin peribahasa", a rhyming twist on a
classic Indonesian idiom, or a witty/flirty caption riffing on a proverb.
Generates humorous, absurd, and flirty remixes that preserve the original
meter and rhyme.
---
- # Perihbahasa (Peribahasa Humor, Absurd & Flirty)
+ # Perihbahasa (Peribahasa Remix — Pun, Reversal, Transplant)
- **Perihbahasa** adalah variasi humorik, absurdis, dan terkadang provokatif
- (*flirty/spicy*) dari peribahasa tradisional Indonesia. Format ini memadukan
- struktur peribahasa klasik yang familiar dengan *punchline* modern yang
- tajam, wittiness, serta permainan rima (*rhyme*) dan ritme (*cadence*) yang
- presisi.
+ **Perihbahasa** bukan sekadar "ganti klausa kedua dengan kata modern." Kerja utamanya adalah
+ **menukar satu kata kunci** (atau membalik moral, atau memindahkan ke domain lain) sehingga
+ makna baru muncul dari permainan kata itu sendiri. Rima dan ritme asli dipertahankan lewat
+ *near-homophone*; *punchline* berdiri sendiri **tanpa dijelaskan**.
- ## Core Rules & Principles
+ **Target imitasi:** `references/exemplars.md` — 23 baris gold-standard. Baca dulu, tiru
+ kalibernya. Kalau outputmu tidak sekuat contoh di sana, buang dan ulang.
- ### 1. Structural Fidelity & Rhyme Logic
+ ## Anatomy — kenapa sebuah perihbahasa nendang
- - **Struktur Peribahasa Asli** — pertahankan pola ritme dan meter asli
- peribahasa reference.
- - **Keselarasan Rima** — akhiran kata pada frasa turunan wajib memiliki
- rima/fonetik yang pas dengan frasa pembanding.
+ 1. **Pun-nya adalah maknanya, bukan dekorasi.** Kata yang ditukar harus membawa argumen nyata.
+ `nila → async` works karena async memang "hal kecil yang merusak sistem besar."
+ 2. **Mainkan moral aslinya — sering dengan membaliknya.** Pertahankan moral di domain baru,
+ atau balik untuk membongkar kebenaran yang ditutupi peribahasa aslinya.
+ 3. **Relatable = spesifik, bukan *vibe*.** Sebut satu momen betulan (`jadian seminggu, move-on
+ sedasawarsa`), bukan ringkasan generik ("sedih karena di-ghosting").
+ 4. **Asimetri emosional = mesin yang dipakai ulang.** Sebab kecil : akibat besar, atau
+ investasi besar : hasil kecil — diselipkan ke kerangka `se-… se-…`.
+ 5. **Tukar kata bedah, bukan tulis ulang klausa.** Makin sedikit kata diganti, makin keras
+ "aha"-nya. `terbitlah terang → terdengarlah erang`; `jatuh → jauh`; `payung → kamu`.
+ 6. **Jaga kerangka fonetik via *near-homophone*.** `jatuh→jauh`, `terang→erang`,
+ `beriak→teriak`, `tangan→kenangan`. Suara bertahan walau makna berbalik.
+ 7. **Pilih bentuk yang pas untuk lawakannya** — lihat katalog Techniques; jangan paksa satu
+ bentuk untuk semua idiom.
+ 8. **Nada itu kerajinan; menjelaskan membunuhnya.** ALL-CAPS untuk marah, satu baris untuk
+ nendang, kadens pantun untuk puitis (`Malam menyingsing rindu menyongsong`). **Jangan
+ pernah jelaskan lelucon.**
+ 9. **Domain = rasa sakit yang kamu aktifkan.** tech, office, romance, money, mudik, LDR —
+ pilih yang punya derita betulan, bukan tema kabur.
+ 10. **Bobot budaya menguatkan.** Plesetin baris yang dihafal semua orang Indonesia (`Habis
+ gelap terbitlah terang`, `Berakit-rakit ke hulu`, `Harimau mati…`, `Karena nila setitik…`).
- **Tingkat Kualitas Rima:**
- - **Perfect rhyme** — ending sound sama persis (*pinggang* / *melayang*,
- *batu* / *baju*, *jalan* / *celana*)
- - **Assonance rhyme** — vokal match tapi konsonan beda (*menghanyutkan* /
- *melayang* — sama-sama "ang")
- - **Weak/no rhyme** — tolak ini (*gunung* / *bra* — beda jauh)
+ ## Techniques
- - **Subversi Ekspresi** — ubah klausa kedua (atau klausa penutup) untuk
- menciptakan kontras komedi, absurditas, atau eskalasi keintiman.
+ Pilih satu (atau gabungan). Definisi + contoh penuh per teknik ada di
+ `references/exemplars.md`.
- ### 2. Escalation Scale (Tingkat Ketajaman)
+ - **Pun-Swap** — tukar satu kata kunci dengan *near-homophone* / kembaran semantik yang
+ membalik makna. *Terbitlah terang → terdengarlah erang.* *Jatuh → jauh.* *Payung → kamu.*
+ - **Moral-Reversal** — balik kesimpulan aslinya untuk membongkar kebenaran.
+ *Daripada hujan batu di negeri sendiri, lebih baik hujan emas di negeri orang.* *Pacar
+ teriak tanda terlalu dalam.*
+ - **Domain-Transplant** — pertahankan logika, pindahkan ke domain berderita.
+ *Karena async setitik, kena await sebelanga.* *Senior kencing berdiri, junior … direview.*
+ - **Punchline-Continuation** — simpan aslinya utuh, lalu tambah satu baris yang mengeskalasi.
+ *Air susu dibalas air tuba. Jadian lagi seminggu move-onnya sedasawarsa.*
+ - **Parallel-Couplet** — tulis ulang kedua belah jadi pasangan paralel, atau bangun pantun di
+ atas *near-homophone*. *Mantan pergi meninggalkan kenangan, gebetan pergi menanggalkan
+ harapan.*
+ - **Numeric-Asymmetry** — kerangka `se-… se-…` untuk kontras kecil:besar. *Putus satu, nunggu
+ seribu.* *Gara-gara 'Hai' sebaris, rusak move-on setahun.*
+ - **Pantun-Lyrical** — utamakan keindahan fonetik/kadens di atas *punch*. *Malam menyingsing
+ rindu menyongsong.*
- - **Level 1 (Sarkas / Relatable)** — kehidupan sehari-hari, *overthinking*,
- *workplace culture*, media sosial.
- - **Level 2 (Romance / Baper)** — *ghosting*, *archive chat*, *second
- account*, gengsi asmara.
- - **Level 3 (Flirty / Spicy / Adult Humor)** — permainan kata nakal, sensual,
- eksplisit secara metaforis tanpa kehilangan rima dan estetika humor.
+ ## Generation Workflow
- Default ke Level 1–2 kecuali user secara eksplisit minta yang lebih tajam
- (*"bikin yang spicy"*, *"level 3"*, *"yang nakal dikit"*, dst).
+ 1. **Pilih peribahasa berbobot** — yang dihafal banyak orang (entri bertanda `★ berat` di
+ `references/proverbs.md`), atau yang disebut user. Tanpa spesifikasi, ambil kandidat dari
+ sana. Untuk membidik rima ujung tertentu: `grep -i '<ending>' references/proverbs.md`.
+ 2. **Bongkar dua hal** — (a) **kata kunci** yang bisa ditukar, (b) **moral** aslinya. Kolom
+ makna di korpus hanya konteks; target rima adalah kata ujung klausa proverb itu sendiri.
+ 3. **Pilih domain berderita + teknik.** Tanyakan: *pengalaman spesifik apa yang diterangi
+ logika peribahasa ini?* (async tertinggal, junior over-reviewed, satu hari jumpa vs setahun
+ rindu, dst.)
+ 4. **Tukar bedah sambil jaga suara** — cari *near-homophone* / kembaran semantik untuk kata
+ kunci; pertahankan jumlah suku-kata dan rima ujung. Kalau rima dipaksakan, buang ulang.
+ 5. **Baca keras-keras (di kepala).** Renyah atau kaku? Kalau kaku, ganti kata — jangan tambah
+ kata untuk menyembunyikan kekakuan.
+ 6. **Potong semua penjelasan.** Kirim dalam 1–2 baris. *Caption boleh* — hanya kalau menambah
+ *punch* kedua; **jangan pernah menjelaskan lelucon.**
+ 7. **Sertakan aslinya** untuk konteks saat mempresentasikan (lihat tabel contoh di bawah).
- ## Pattern Matrix & Examples
+ Saat user minta banyak: buat 3–5 per permintaan, **menyebar** lintas proverb sumber dan
+ teknik — bukan varian dari satu idiom, kecuali diminta menggali satu idiom.
- Formula: `[Klausa A (Peribahasa Asli/Modifikasi)] + [Klausa B (Subversi Humor/Flirty dengan Rima Sejajar)]`
+ ## Examples
- | Peribahasa Asli | Perihbahasa | Level | Rima |
+ | Peribahasa Asli | Perihbahasa | Teknik | Domain |
| :--- | :--- | :--- | :--- |
- | *Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.* | **Sekali merengkuh pinggang, dua tiga kancing melayang.** | 3 | Perfect (*pinggang* / *melayang*) |
- | *Ada udang di balik batu.* | **Ada udang di balik batu, ada hickey merah di balik kerah baju.** | 3 | Perfect (*batu* / *baju*) |
- | *Malu bertanya, sesat di jalan.* | **Malu bertanya, sesat di dalam celana.** | 3 | Near (*bertanya* / *celana*) |
- | *Air tenang menghanyutkan.* | **Air tenang menghanyutkan, kamu terlentang bikin melayang.** | 3 | Assonance (*menghanyutkan* / *melayang*) |
- | *Lain di bibir, lain di hati.* | **Lain di bibir, lain di Secondary Account.** | 2 | — |
- | *Tak kenal maka tak sayang.* | **Tak kenal maka tak tun tuang.** | 1 | Near (*kenal* / *tun*) |
-
- ## Generation Workflow
-
- 1. **Identify Target Idiom** — pick a well-known Indonesian proverb, or use
- the one the user names. When no specific proverb is requested, draw
- candidates from `references/proverbs.md` (a curated corpus of ~130
- traditional peribahasa with their meanings). To match a desired rhyme
- ending, grep the corpus: `grep -i '<ending>' references/proverbs.md`
- (e.g. `grep -i 'ang'` surfaces *menghanyutkan* / *melayang* candidates).
- 2. **Analyze Phonetics & Meter** — break down the rhythm (syllable counts)
- and ending rhymes of the original. The `— meaning` column in the corpus
- is context only; the rhyme target is the proverb's own clause-ending
- word, not the makna.
- 3. **Draft the Subversion** — replace the second clause with a modern,
- absurd, or flirty twist at the requested escalation level.
- 4. **Test the Flow** — read it aloud (mentally) to verify the punchline
- rolls off the tongue naturally (*renyah*).
-
- **Checklist:**
- - Does the last word of clause B rhyme with the last word of clause A
- (or internal break point)?
- - Read aloud — does it flow naturally or feel forced?
- - If rhyme is weak or absent, redraft before accepting.
+ | *Habis gelap terbitlah terang.* | **Habis gelap, terdengarlah erang.** | Pun-Swap | romance |
+ | *Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.* | **Karena async setitik, kena await sebelanga.** | Domain-Transplant | tech |
+ | *Air beriak tanda tak dalam.* | **Pacar teriak tanda terlalu dalam.** | Moral-Reversal | romance |
+ | *Sedia payung sebelum hujan.* | **Sedia kamu sebelum hujan.** | Pun-Swap | flirty |
+ | *Air susu dibalas air tuba.* | **Air susu dibalas air tuba. Jadian lagi seminggu, move-onnya sedasawarsa.** | Continuation + Asymmetry | romance |
+ | *Rumput tetangga lebih hijau.* | **Pekerjaan tetangga selalu lebih hijau.** | Pun-Swap | office |
+ | *Sedikit demi sedikit, menjadi bukit.* | **Sedikit demi sedikit, lama-lama ditinggal merit.** | Moral-Reversal | romance |
+ | *Sudah jatuh tertimpa tangga.* | **Sudah jauh tertimpa rindu.** | Pun-Swap | LDR |
+ | *Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusui.* | **Pacar di bahu dilepaskan, selingkuhan di bahu orang lain disayangi.** | Parallel-Couplet | romance |
+ | *Panas setahun hilang oleh hujan sehari.* | **Rindu setahun dihapus jumpa sehari.** | Numeric-Asymmetry | LDR |
+ | *(bentuk pantun)* | **Malam menyingsing rindu menyonsong.** | Pantun-Lyrical | romance |
- 5. **Add Commentary** — append a 1-sentence sarcastic or flirty commentary
- explaining the scenario.
- 6. **Show with Original** — when presenting output, always include the
- original peribahasa for context (see examples table above).
+ ## Tone & Safety
- When the user asks for multiple, generate 3–5 per request spanning
- different source proverbs rather than variations on the same one, unless
- they ask to riff on a single idiom.
+ - Kreativitas tinggi, *witty* — bukan vulgar demi vulgar. Citra eksplisit tetap metaforis.
+ - Default **tanpa spicy** (technique + domain dulu). Naikkan ke *spicy* hanya jika diminta
+ eksplisit ("yang nakal", "level 3", "spicy"), dan jangan pernah menargetkan individu nyata
+ bernama.
+ - Rima renyah, cocok pola tutur Indonesia baku/sehari-hari.
## Quality Checklist
- Before finalizing a perihbahasa:
-
- - [ ] Original meter/cadence preserved
- - [ ] End rhyme is crisp (perfect or assonance, not forced)
- - [ ] Punchline creates clear contrast/absurdity
- - [ ] Commentary ties it back to relatable scenario
- - [ ] Original peribahasa included for context
-
- ## Safety & Tone Note
+ Sebelum mengirim:
- - Maintain high linguistic creativity and playfulness.
- - Keep the humor clever (*witty*) rather than vulgar for the sake of
- vulgarity — explicit imagery should stay metaphorical, not literal.
- - Ensure rhymes are crisp and match standard Indonesian speech patterns.
- - Stay at Level 1–2 by default; only escalate to Level 3 on explicit
- request, and never target a real, named individual.
+ - [ ] Menggali proverb spesifik (idealnya berbobot) dan menyebut tekniknya
+ - [ ] Pun / kata yang ditukar **membawa makna**, bukan dekorasi
+ - [ ] Kadens + rima ujung asli terjaga (via *near-homophone*, bukan rima dipaksakan)
+ - [ ] Menyebut satu **momen spesifik** yang relatable
+ - [ ] **Tanpa penjelasan** — berdiri sendiri dalam 1–2 baris
+ - [ ] Peribahasa asli disertakan untuk konteks
## References
- - **`references/proverbs.md`** — traditional Indonesian proverbs with their
- meanings (source corpus for picking target idioms and analyzing their
- meter/rhyme before subversion).
+ - **`references/exemplars.md`** — 23 gold-standard exemplars dikelompokkan per teknik. Target
+ imitasi utama; baca sebelum generate.
+ - **`references/proverbs.md`** — korpus ~240 peribahasa tradisional + makna; entri berbobot
+ ditandai `★ berat` sebagai target utama.